Welcome
<CENTER>Selamat Datang di FORUM ENGINEER INDONESIA (FEI) Forum ini untuk ajang komunikasi dan solidaritas sesama Engineer dan calon-calon Engineer.
forum ini adalah Freeforum yaitu forum bebas, yang membahas apa saja tentang Engineer.
Terimakasih
SILAHKAN BERGABUNG
<CENTER>

ENGINEER beralih Fungsi... (BANTING STIR)

Tempat berdiskusi bebas antar sesama anggota forum

Moderators: hendra_tri, FEI

Postby Engineer_Tampan on Wed Apr 09, 2008 11:34 am

Om Purdi?? kalo boleh tau siapakah beliau ini?


jabat erat
User avatar
Engineer_Tampan
MODERATOR
 
Posts: 48
Joined: Wed Apr 02, 2008 6:46 am
Location: Jakarta

Postby kR0c0 muM3t on Wed Apr 09, 2008 11:56 am

weleh...bang moderator ini lho.
angkat topiknya kok masih berpangku pada konsep link and match banget tho. just little sharing saja, pengalaman pribadi nich. jaman STM dulu yaitu SMTI kami diajarin macem2 dari bikin produk makanan dan consumer goods yang lain, kimia analisa, operasi teknik kimia, proses kimia industri, bengkel kayu, logam dan las, komputer, konsep2 alam. wuihhhhhhhhhhhhhhhhhh....pusing dech pastina. 80 % teuteuuuuuuuuuuuup kimia juga.
lepas sekolah Alhamdulillah kerja di industri pulp yg ada di Riau dan bertahan selama 2,5 tahun. habis itu cabuuuuuuuuuuuut.....
waktu itu ngerasa tantangannya sdh berkurang walaupun sebenarnya masih merasa bodoh. terus ambil kuliah, jurusannya TEKNIK KIMIA. sempat dulu mo ambil industri yang lebih banyak sisi managerialnya. tapi stlh melakukan self SWOT, sptnya lebih bagus ambil basic yang praktis saja karena kemampuan managerial toch ntar bisa dilatih. lepas kuliah, jualan sabun, buka jasa pengetikan dan terjemah, kerja di perusahaan konsultan, dll. mengembara kesana dan balik ke sini dari jualan beras sampai sempat ngajatr juga di STT-MIGAS. akhirnya terjun di bidang konstruksi.
kaitannya dengan teknik kimia dimana? core science atau the art and heart of chemical engineeringnya nich....?
secara profesi, lulusan tekkim itu juga banyak manfaatnya misal kalo kerja di bank. jadi kalo ada yang ajuin kredit bangun pabrik maka kita bisa review apakah realistis dan layak dibiayain atau tidak. karena seorang ekonom pasti ga ngeh prinsip2 keteknik-kimiaannya.
jadi ahli hukum??? bisa juga kok...hayooooooooo apa kaitannya antara tek-kim dan hukum? yang jelas kita sdh sangat terbiasa dulu dgn Hukum Boyle, Gay Lussac, Hukum Newton dll....
kalau dikaitkan dengan kompetensi? lanjut besok aja ya.....hehehehehehe

salam,

kR0c0 muM3t
User avatar
kR0c0 muM3t
Fresh Engineer
 
Posts: 11
Joined: Wed Apr 09, 2008 11:37 am

Postby Engineer_Tampan on Wed Apr 09, 2008 12:20 pm

weleh juga mas kR0c0 muM3t, wah pengalaman anda menurut saya sangat fantastis, sudah merasakan berbagai jenis pekerjaan, tapi kok ya make id kR0c0 itu loh, jadinya agak menyesakkan hati hehehehe :lol: , kalo anda yang udah pengalaman aja kR0c0 apalah artinya saya--> super j0ng0s kali ya :lol:

TekKim dan Hukum, apa ya :roll: ? Heat & Mass Balance mungkin mas? yang in put=akumulasi+out put
kalo hukum pidana--> in put = tindak kejahatan, akumulasi=korban, out put=pelaku :lol:

monggo ditambahi obrolan ini, semakin menarik saja.....


jabat erat
User avatar
Engineer_Tampan
MODERATOR
 
Posts: 48
Joined: Wed Apr 02, 2008 6:46 am
Location: Jakarta

Postby yoyo on Thu Apr 10, 2008 5:17 am

wah yang di bahas dari tadi mostly tentang engineer yang meloncat pindah jadi pengusaha :D
gimana dengan teman2 yang ijazahnya tehnik tapi lebih terpanggil melayani masyarakat lewat LSM? ada yang punya pengalaman ttg ini gak? pengalaman pribadi or pengalaman nya tetangga....hehehehehehe... :)
yoyo
Fresh Engineer
 
Posts: 20
Joined: Wed Apr 09, 2008 11:16 am

Postby yoyo on Thu Apr 10, 2008 9:55 am

kR0c0 muM3t wrote:weleh...bang moderator ini lho.
angkat topiknya kok masih berpangku pada konsep link and match banget tho. just little sharing saja, pengalaman pribadi nich. jaman STM dulu yaitu SMTI kami diajarin macem2 dari bikin produk makanan dan consumer goods yang lain, kimia analisa, operasi teknik kimia, proses kimia industri, bengkel kayu, logam dan las, komputer, konsep2 alam. wuihhhhhhhhhhhhhhhhhh....pusing dech pastina. 80 % teuteuuuuuuuuuuuup kimia juga.
lepas sekolah Alhamdulillah kerja di industri pulp yg ada di Riau dan bertahan selama 2,5 tahun. habis itu cabuuuuuuuuuuuut.....
waktu itu ngerasa tantangannya sdh berkurang walaupun sebenarnya masih merasa bodoh. terus ambil kuliah, jurusannya TEKNIK KIMIA. sempat dulu mo ambil industri yang lebih banyak sisi managerialnya. tapi stlh melakukan self SWOT, sptnya lebih bagus ambil basic yang praktis saja karena kemampuan managerial toch ntar bisa dilatih. lepas kuliah, jualan sabun, buka jasa pengetikan dan terjemah, kerja di perusahaan konsultan, dll. mengembara kesana dan balik ke sini dari jualan beras sampai sempat ngajatr juga di STT-MIGAS. akhirnya terjun di bidang konstruksi.
kaitannya dengan teknik kimia dimana? core science atau the art and heart of chemical engineeringnya nich....?
secara profesi, lulusan tekkim itu juga banyak manfaatnya misal kalo kerja di bank. jadi kalo ada yang ajuin kredit bangun pabrik maka kita bisa review apakah realistis dan layak dibiayain atau tidak. karena seorang ekonom pasti ga ngeh prinsip2 keteknik-kimiaannya.
jadi ahli hukum??? bisa juga kok...hayooooooooo apa kaitannya antara tek-kim dan hukum? yang jelas kita sdh sangat terbiasa dulu dgn Hukum Boyle, Gay Lussac, Hukum Newton dll....
kalau dikaitkan dengan kompetensi? lanjut besok aja ya.....hehehehehehe

salam,

kR0c0 muM3t


mas kR0c0 yang lagi mumet, bisa bikin biografi tuh.
pengalaman nya dah banyak, pasti laku deh bukunya :)
bisa nyaingin biografi nya barrack obama :)

anyway,
di share dunk mas, apa yang mendasari mas pindah - pindah profesi?
kali2 bisa jadi inspirasi bagi saya yang masih belum berani keluar zona kenyamanan :)
yoyo
Fresh Engineer
 
Posts: 20
Joined: Wed Apr 09, 2008 11:16 am

Postby hendra_tri on Mon Apr 14, 2008 11:39 am

kR0c0 muM3t wrote:weleh...bang moderator ini lho.
angkat topiknya kok masih berpangku pada konsep link and match banget tho.

salam,

kR0c0 muM3t


Well.... kenapa saya angkat topik seperti ini.. karena sedikit sekali orang indonesia yang profesional di bidangnya. Dibanding ma negara2 yang sudah maju, hampir setiap orang profesional di bidangnya masing-masing. banyak dari kita, saya dan orang indonesia pada umumnya pada awal memilih kuliah adalah asal pilih, ikut-ikut, dll tanpa perencanaan yang lebih matang dengan berbagai analisa yang dilakukan. Dan akhirnya banyak juga yang merasa salah sasaran dan tidak sesuai dengan nya.
OK lah kalo Chemical engineer banyak bidang lain yang bisa dilakukan, tapi kembali yang saya katakan dari awal, kalo kita setengah2 melakukan sesuatu, hasil yang di dapat tidak akan maksimal.
PII saat ini mengupayakan profesionalitas Insinyur indonesia di bidangnya, tetapi upaya yang dilakukan tidak cukup maksimal. Kita bisa mengambil contoh IDI atau Persatuan Hukum misalnya, kebanyakan dari mereka akan profesional di bidangnya.

Kenapa bangsa ini selalu tertinggal dengan negara maju, bahkan dengan negara2 tetangga di sekitar kita seperti malaysia, singapore, Thailand, India dan bahkan sekarang vietnam yang sudah mulai menanjak...
sedikit sekali juga tenaga profesional kita yang dipakai oleh negara lain, kecuali PRT, buruh kasar.
itu adalah salah satu factornya......

Hendra
Yang masih belajar terus
User avatar
hendra_tri
MODERATOR
 
Posts: 46
Joined: Sun Mar 30, 2008 5:01 am
Location: Thailand

Postby kR0c0 muM3t on Mon Apr 14, 2008 12:23 pm

Manusia itu ditakdirkan sebagaimana batu. Ada batu alam, batu permata dan emas.
Batu alam, biar di bentuk seperti apapun tetaplah batu yang secara nilai tidaklah begitu mahal.
Batu permata, semakin digosok maka akan semakin mengkilap dan akan tambah mahal harganya.
Batu emas, dimanapun dia pasti tetap dicari orang dan harganya akan mahal.
Kalau manusia berpikiran seperti batu alam, dan menyerahkan sepasrah2nya terhadap kehendak Allah mungkin kelihatannya sudah banting tulang peras keringat tapi hasilnya ya begitu-begitu saja. Apakah sudah memang takdirnya demikian?
Jika manusia ataupun seseorang selalu mengembangkan bakat dan potensi serta mempertahankan keuletan dan ketekunan, Insya Allah akan semakin bernilai.
Emas???? Kita mungkin melihat ada tetangga kita, sodara kita atau teman kita barangkali. Kelihatannya sich ongkang2 saja tapi kok ya rejekinya ngalir terus.

Di Indonesia, banyak orang (atau engineer) yang tidak menggeluti bidangnya meskipun sebetulnya tidak sedikit orang Indonesia ini yang sukses meniti karir yang selaras dengan bidang keahliannya. Mungkin iya....kesannya ahli di Indonesia itu sedikit. Tapi....benarkah demikian?

Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mengisi beberapa 'kekosongan' tersebut dan sudah barang tentu butuh kerja keras, cerdas dan ikhlas.

halah, omong apa ney....

salam,

kroco mumet
User avatar
kR0c0 muM3t
Fresh Engineer
 
Posts: 11
Joined: Wed Apr 09, 2008 11:37 am

Postby pakde on Mon Aug 04, 2008 11:35 pm

Pak Try, Memang dulu kita cita2 jadi engineer, ttp setelah jadi engineer teryata lapangan kerja kita tak memadai, tetapi menurut saya kalau pemerintah kita
mau setiap lulusan engineer dikasih modal bikin usaha , saya yakin banyak muncul pengusaha2 berirama engineer, dan negara kita ini akan kuat, atau sebaliknya dan berjalan sesuai siklusnya dan tetapi ujung ujungnya siapa yang punya modal dan yang mau jalan pintas, menurut Pakde biarpun modal disebar dari Merauke sampai Sabang, saya yakin dalam beberapa tahun modal itu kembali ke pusat rotasi lagi.
pakde
Fresh Engineer
 
Posts: 6
Joined: Sun May 25, 2008 11:28 am

Previous

Return to DISKUSI BEBAS

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests

cron